Seiring berjalannya waktu, batik memiliki beberapa teknik dalam pembuatannya. Berikut teknik yang sering digunakan:
Batik Tulis/Canting
Ini adalah metode paling tua dan tradisional. Proses pembuatan batik tulis masih menggunakan alat canting tradisional yang diisi dengan lilin panas yang dibentuk sesuai dengan pola di kain yang dibuat sebelumnya. Bagian yang tertutup lilin berfungsi untuk menghindari pola tidak terkena warna pada saat proses pewarnaan. Teknik serupa akan berulang sesuai dengan motif dan warna yang diinginkan. Teknik ini membutuhkan ketelitian dan kesabaran tinggi untuk menghasilkan kain batik yang maksimal. Pembuatan batik dengan cara tradisional bisa memakan waktu 2 – 3 bulan. Sehingga, batik tulis biasanya dibandrol dengan harga kisaran harga ratusan ribu hingga jutaan dengan panjang kain 2 hingga 3 meter saja.
Batik Cap
Teknik ini muncul sekitar abad ke-20. Metode ini tidak menggunakan canting, melainkan cap yang terbuat dari tembaga biasanya berukuran 20 x 20 cm. Bagian tengah cap memiliki motif ukiran batik yang disesuaikan. Stempel akan dicelupkan ke dalam cairan lilin kemudian ditekan di atas kain. Proses pembuatan batik dengan metode cap tergolong modern dan membuat proses pengerjaan batik lebih cepat. Meskipun begitu, ketelitian dan kesabaran menjadi kunci untuk menghasilkan batik yang maksimal.
Batik Lukis/Colet
Pada teknik ini, seniman melukiskan motif batik langsung pada kain menggunakan kuas yang sebelumnya dicelupkan pada lilin yang telah dipanaskan. Pada tekhnik ini, pengrajin jarang menggunakan pensil untuk menggambar pola diatas kain terlebh dahulu. Melainkan kemampuan pengrajin yang sudah teruji kualitasnya oleh pelanggan. Sehingga, pelanggan hanya memberikan garis besar motif dan warna yang diinginkan. Kemudian, pengrajin mengekspresikan kreativitasnya untuk menghasilkan motif yang sangat beragam.
Batik Kombinasi
Teknik ini menggabungkan dua atau lebih metode di atas, seperti menggabungkan batik tulis dengan batik cap atau batik lukis. Teknik ini tergolong medium dan biasanya digunakan untuk menghemat waktu produksi dan harga yang bersaing dipasaran dengan kualitas yang bagus. Batik dengan kombinasi teknik ini menghasilkan motif yang menarik dan beragam.
Beberapa teknik diatas menggunakan lilin atau biasa disebut dengan malam sebagai bahan dasar yang digunakan untuk menutupi warna yang disesuaikan dengan pola dan warna yang diinginkan. Pada bagian bawah akan disampaikan beberapa teknik batik yang tidak menggunakan malam untuk pembuatan batik. Berikut diantaranya:
Batik Ikat Celup (Tie-Dye)
Teknik ini melibatkan proses mengikat beberapa bagian pada kain sehingga berbentuk motif sebelum dicelupkan ke dalam pewarna. Kain yang diikat untuk membedakan warna dengan kain yang tidak diikat pada sat dicelupkan ke dalam pewarna. Proses ini diulang hingga mendapatkan motif yang diinginkan. Teknik ini menghasilkan batik dengan pola unik dan bergradasi.
Batik Printing
Ini adalah teknik modern yang menggunakan alat cetak yang disesuaikan dengan motif yang kemudian diletakkan diatas kain untuk di beri warna. Pada pemberian warna pengrajin harus teliti agar warna tidak keluar dari motif yang sudah ada. Selain mengunakan alat manual, batik printing juga bisa dihasilkan dari mesin cetak. Kelebihan dari batik printing tidak membutuhkan waktu yang lama dibandingkan dengan teknik batik yang menggunakan malam. Selain itu, pelanggan bisa mendapatkan harga yang terjangkau untuk bisa menikmati batik.
Semua teknik di atas memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Batik adalah warisan budaya Indonesia yang patut kita banggakan!



